Program Wakaf Polis

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah adalah adalah wakaf berupa polis asuransi syariah yang mana nilai investasinya dan atau manfaat asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama dengan sepengetahuan ahli waris ketika manfaat polis jatuh tempo dan atau wakif meninggal dunia.

Siapa yang menjadi ahli waris pada polis yang diwakafkan?

Termaslahat atau ahli waris yang tercatat di polis tetaplah orang yang memiliki insurable interest (hubungan asuransi) dengan tertanggung, misalnya istri/suami, anak/orangtua, atau saudara kandung. Tapi atas persetujuan semua ahli waris, uang pertangungan polis itu kemudian diserahkan ke lembaga sosial yang ditunjuk. Persetujuan ini dilegalkan dalam surat perjanjian yang ditandatangani semua ahli waris di hadapan notaris.

USTAD MUHAMMAD ROFIQ THOYYIB LUBIS
Direktur Lembaga Wakaf – Badan Wakaf Indonesia (LW BWI) – MUI

BUKA FATWA MUI, KLIK DISINI

Ilustrasi Wakaf Manfaat Asuransi Jiwa

CONTOH KASUS

Misalkan Bapak Ali, seorang Kepala Keluarga berusia 40 tahun mempunyai aset berupa rumah, tanah, kendaraan, dan lain-lain senilai Rp 1 MILYAR, berniat me-wakaf-kan seluruh hartanya untuk yayasan pondok pesantren di kampungnya.

Apakah Bapak Ali harus menjual semua hartanya untuk diwakafkan?

Jika aset-aset tersebut dijual, maka tentunya Bapak Ali akan kehilangan rumah, tanah, dan harta-harta lainnya, sehingga kelak jika beliau meninggal, tidak bisa mewariskan harta tersebut ke ahli warisnya.

Ada 2 Pilihan cara yg bisa dilakukan,yaitu :

1. MENABUNG RUTIN PER BULAN

Nah berhubung Bapak Ali tidak mau semua hartanya dijual untuk wakaf, maka mulailah beliau menabung Rp 5,5 juta/bulan sampai pensiun usia 55 tahun (nabung selama 15 tahun) dengan niat untuk mencapai tabungan Rp 1 Milyar yang nantinya untuk diwakafkan.

Tapi Allah berkehendak lain, ternyata Bapak Ali meninggal dunia setahun kemudian. Ini artinya Bapak Ali baru mengumpulkan dana wakaf sebesar Rp 66 juta.

Karena beliau sudah melaksanakan maka niat wakaf beliau sebesar Rp 1 Milyar (Insya Allah) sampai disisi Allah SWT, tapi disisi masyarakat / manusia belum sampai. Itu berarti manfaat untuk sesama manusianya belum sempurna serta tidak sesuai dengan yang beliau harapkan.

2. WAKAF MANFAAT ASURANSI JIWA SYARIAH

Bapak Ali membuka Polis Asuransi Jiwa Syariah dengan nilai kontrak pertanggungan sebesar 1 MILYAR, dan mem-Wasiatkan nilai 1 Milyar ini untuk diwakafkan. Maka dengan demikian, niat beliau sudah sempurna adanya.

Jika terjadi hal serupa, Bapak Ali meninggal dunia setahun kemudian (atau kapanpun), akan dicairkan dana sebesar 1 MILYAR dari Dana Tabarruuntuk digunakan mewujudkan wasiat Pak Ali yaitu berwakaf di yasasan pondok pesantren yang diinginkan.

KESIMPULAN: DENGAN MEMANFAATKAN WAKAF MANFAAT ASURANSI JIWA SYARIAH, BPK ALI TETAP BISA MEWUJUDKAN NIAT MULIANYA BERWAKAF, NAMUN JUGA TIDAK KEHILANGAN ASETNYA DAN TENTUNYA TETAP BISA DIWARISKAN KEPADA AHLI WARIS TERCINTANYA

Cara Melakukan Wakaf Polis Asuransi Jiwa Syariah

Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah mengakomodir kebutuhan akan adanya warisan bagi ahli waris, wakaf keagamaan dan atau wakaf produktif untuk dikelola Nazhir atau lembaga wakaf lain serta program sosial lainnya. Berlaku untuk polis dengan nilai minimum UP 20 juta sampai maksimum tak terbatas.

Program Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah ini didesain secara khusus untuk memenuhi kebutuhan investasi akhirat para wakif melalui wakaf produktif maupun wakaf keagamaan serta kegiatan sosial lainnya.

Jika anda tertarik berwakaf melalui polis asuransi jiwa syariah, ini langkah-langkahnya.

  1. Anda harus memiliki polis asuransi jiwa syariah.

Jika belum, anda bisa mengambilnya melalui agen asuransi yang anda kenal, atau Anda bisa menghubungi anggota Tim SahabatWakaf.com.

Polis asuransi yang akan anda wakafkan sebaiknya bukan satu-satunya polis yang anda miliki, dan juga bukan harta anda satu-satunya, karena tidak diperkenankan mewakafkan seluruh harta. Ada keluarga dan ahli waris lain yang lebih membutuhkan manfaat asuransi jiwa dari anda, yang harus didahulukan.

Polis asuransi jiwa anda haruslah yang syariah, bukan yang nonsyariah, supaya lebih terhindar dari hal-hal seperti gharar (ketidakjelasan), maysir (judi), dan riba.

  1. Hubungi SahabatWakaf.com, orang yang bisa anda ajak berkonsultasi mengenai niat anda untuk berwakaf polis asuransi syariah.

Anggota Tim SahabatWakaf.com selalu siap membantu dan memandu anda mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mewujudkan niat anda.

  1. Tentukan kepada lembaga sosial mana anda akan menyalurkan wakaf polis anda.

Anda boleh menentukan sendiri kemana akan menyalurkan wakaf polis anda, seperti masjid, pesantren, panti asuhan, sekolah, dan sebagainya. Pastikan lembaga yang anda tuju memiliki kemampuan yang baik untuk mengelola dana wakaf anda. Perlu diingat, wakaf bukanlah sedekah biasa yang nilainya bisa berkurang dan habis karena dipakai. Dana pokok wakaf harus abadi, sedangkan yang dimanfaatkan hanyalah hasilnya.

  1. Sampaikan niat anda untuk berwakaf polis kepada semua ahli waris anda

Ahli waris anda berhak atas harta anda, kelak ketika anda tiada, sesuai bagian masing-masing menurut syariat Islam. Supaya tidak ada perselisihan di kemudian hari, diperlukan persetujuan mereka bahwa anda akan mewakafkan nilai polis asuransi yang anda miliki. Di sini ada formulir yang harus ditandatangani semua ahli waris anda, baik itu istri/suami, orangtua, anak, saudara kandung, dan lain-lainnya jika ada dan berhak menurut hukum waris Islam.

Jadi, anda harus mendatangi mereka dengan membawa Formulir Pelepasan Hak Ahli Waris dan meminta mereka menandatangani form tersebut. Konsultasikan dengan Sahabat Wakaf mengenai siapa saja yang berhak menjadi ahli waris anda.

  1. Melakukan ikrar wakaf wasiat polis

Biasanya ikrar wakaf polis dilakukan dengan disaksikan notaris. Notaris disediakan oleh Nazhir dengan biaya (saat ini) 200 – 500 ribu rupiah per akad.

Anda harus hadir bersama termaslahat (ahli waris) yang namanya tercantum di polis. Anda juga diharuskan membawa saksi-saksi, boleh teman atau saudara anda. Jumlah saksi adalah 2 orang laki-laki, atau 4 perempuan, atau 1 laki-laki dan 2 perempuan.

Setelah ikrar selesai, anda mendapatkan sertifikat sebagai tanda bahwa anda telah berwakaf wasiat polis. Selanjutnya anda tinggal membayar premi polis and asecara rutin dan menunggu saatnya tiba.

Hukum Wakaf Wasiat Polis Asuransi Jiwa Syariah

Mungkin ada yang bertanya, bagaimana hukumnya wakaf wasiat polis asuransi jiwa syariah? Kabar baiknya telah ada fatwa dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 2016, yang intinya berwasiat untuk mewakafkan nilai polis asuransi syariah adalah boleh.